Terhenti Selama 3 Bulan Akibat Pandemi, Buah Salak Indonesia Akhirnya Kembali Masuk Pasar Kamboja

- 27 Juni 2020, 19:04 WIB
BUAH salak asal Indonesia kembali masuki pasar Kamboja (Pikiran Rakyat) /ANTARA

FIXBANJARMASIN.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh mengatakan buah salak dari Indonesia cukup diminati masyarakat di Kamboja, hal ini dinyatakan melalui pernyataan tertulis KBRI.

Bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia, buah salak merupakan buah kaya akan manfaat. Salah satunya ialah dapat mengatasi masalah pencernaan bahkan diare.

Buah dengan kulit yang ditumbuhi duri halus di sekitarnya ini, memiliki daging buah berwarna putih kekuningan, tekstur yang sedikit renyah tersebut memiliki rasa manis dan juga sedikit sepat.

Artikel ini sebelumnya telah tayang pada Portal Pikiran Rakyat dengan judul : Buah Salak Indonesia Kembali Masuk Pasar Kamboja Usai 3 Bulan Terhenti akibat Pandemi Corona. https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-01577752/buah-salak-indonesia-kembali-masuk-pasar-kamboja-usai-3-bulan-terhenti-akibat-pandemi-corona?page=2

Cukup banyak pedagang buah di Indonesia yang menjual buah salak, bahkan buah ini juga telah dipasarkan ke negara Asia Tenggara, salah satunya Kamboja.

Dikutip FIXBANJARMASIN.COM dari laman Pikiran-rakyat.com 27/06/2020. Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng mengatakan buah salak asal Indonesia cukup diminati karena rasanya yang enak, manis, serta kaya zat besi dan serat.

Sudirman menjelaskan, pada periode Januari hingga pertengahan Maret 2020, ekspor salak pondoh dari Indonesia ke Kamboja mencapai 90 ton, sementara pada tahun 2019 lalu, total salak yang diperdagangkan di pasar Kamboja mencapai 480 ton.

"Bukan hanya rasanya yang enak, buah tropis ini juga memiliki nilai tambah karena dapat dijadikan sebagai buah tangan," ujar Dubes Sudirman.

Namun, salak Indonesia sempat berhenti beredar di Kamboja selama kurang lebih tiga bulan akibat operasional maskapai penerbangan yang menurun sebagai dampak Covid-19.

Halaman:

Editor: Lalita hanief

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X