Duta Besar Imron Cotan : Belanda Bertahan di Papua karena Mereka Ingin Menjaga Status Quo

- 30 Juni 2020, 05:37 WIB
Diskusi Publik digelar Bappenas mengenai Papua (YouTube Bappenas)

FIXBANJARMASIN.COM – Kementrian PPN /Bappenas menggelar diskusi kebijakan strategis Papua dengan tema Meluruskan Masa Lalu Menatap Masa Depan.

Diskusi publik ini disiarkan live via youtube Bappenas RI pada 29 Juni 2020 malam.

Narasumber yang hadir yaitu Freddy Numberi (Tokoh Papua), Pieter Ell (Mantan Sekertaris Pembentukan Komnas HAM Papua, Pengadilan HAM dan KKR), Markus Kayoi (Anggota MPR Provinsi Papua, Duta Besar Imron Cotan (Pengamat Papua), John NR Gobay(Sekretaris Dewan Adat Papua) dan Hikmahanto Juwana (Guru Besar Universitas Indonesia).  

Markus Kayoi, anggota MPR provinsi Papua, mengusulkan beberapa poin penting yaitu: Comunity development patut dilakukan, ekonomi usaha kecil dan tata niaga pasar.

Markus menyatakan yang jadi masalah ini mama-mama jika jualan tidak laku maka dibawa pulang.

Selanjutnya Markus menyatakan Perempuan dan pangan lokal hal yang penting. “Membangun sektor kesehatan di kampung-kampung, peningkatan kader-kader kesehatan, comunity organizing dan mendorong kemandirian kampung,” ungkapnya

Hikmahanto Juwana, Guru Besar UI mengatakan bangsa ini lebih bermartabat ketimbang negara di Eropa.

“Apakah kita bisa memberikan kemerdekaan pada rakyat kita?” ungkapnya.

“Saya setuju masalah diskriminasi masalah HAM harus diselesaikan,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Lalita hanief

Sumber: YouTube


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X