Ilmuan Iklim Berkata: Gelombang Panas Siberia adalah tanda Peringatan dari Arktika

- 27 Juni 2020, 17:25 WIB
Asap kebakaran hutan di dekat Sungai Berzovka, Rusia Maxar Technologies

FIXBANJARMASIN.COM – Gelombang panas Arktika tercatat lebih dari 100 Fahrenheit (38 derajat Celsius) di kota Siberia, Verkhoyansk pada 20 Juni. Mengutip dari reuters.com Saat ini masih diverifikasi oleh Organisasi Meteorologi Dunia.

Walaupun tanpa konfirmasi, Ahli dari Agen Cuaca Global khawatir dengan gambar satelit yang menampakkan banyak bagian Arktika di Rusia berwarna merah.

Panas ekstrim berhembus dalam ukuran yang tidak biasa dalam kebakaran hutan menyeberangi daerah terpencil, hutan utara, dan tundra yang menyelimuti Rusia bagian utara. Api tersebut menyala pada genangan air di lahan gambut.   

Ilmuan khawatir api menjadi tanda awal dari kondisi terkering yang terjadi, dengan banyaknya frekuensi kebakaran hutan akan melepaskan karbon dari lahan gambut dan hutan yang akan meningkatkan jumlah pemanasan global di udara.

“ini adalah gelombang panas yang terjadi, ini membuat banyak bahan bakar yang mampu membakar, tidak hanya vegetasi, tapi juga tanah," ujar Thomas Smith, ahli Ilmu Bumi Lingkungan dari the London School of Economics dalam laporan Reuters.

Ilmuan mengetahui perubahan iklim disebabkan dari Kutub Utara yang memanas dua kali lebih cepat, dan gelombang panas Siberia, tipe kecenderungannya dimulai sejak Mei. ***

 

 

Editor: Lalita hanief

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X